Mengenal Dasar-Dasar Cetak Offset dan Contoh Mesin Offset

Bagi yang baru di dunia percetakan, istilah cetak offset (offset printing) bisa jadi asing buat Anda. Oleh karena itu, saya akan menjelaskannya secara lengkap pada artikel ini.

Let’s go ..

Cetak Offset

Pengertian cetak offset

Menurut Wikipedia, cetak offset adalah teknik cetak yang banyak digunakan, dimana citra (image) bertinta di-transfer (atau di- “offset”) terlebih dahulu dari plat ke lembaran karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak.

Ketika dikombinasikan dengan proses litografi, yang berdasarkan pada sifat air dan minyak yang tidak bercampur.

Maka teknik offset menggunakan sebuah pemuat citra yang rata (planographic) dimana citra yang akan dicetak mengambil tinta dari penggulung tinta (ink rollers).

Sementara area yang yang tidak dicetak menarik air, dan menyebabkan area tersebut terbebas dari tinta.

Sederhananya begini,

Offset printing (cetak offset) merupakan sebuah teknik cetak yang prosesnya dimulai dari sebuah gambar bertinta yang menempel pada master/plat dan ditransfer ke lembaran karet (blanket) lalu kembali ditransfer ke permukaan bahan yang dicetak.

Bahan cetak tersebut umumnya berupa kertas atau plastik.

cetak offset

Proses pra-cetak dalam offset printing

Seiring perkembangan teknologi, proses cetak semakin berkembang dan maju.

Dulu, proses sebelum cetak merupakan pekerjaan yang mempunyai tahapan panjang dan dibutuhkan ketelitian dalam menjalankannya.

Kini, semua bisa dikerjakan lebih singkat waktunya karena perkembangan teknologi membuat semuanya lebih praktis.

Namun tidak berarti harus mengabaikan ketelitian. Karena dalam percetakan, ketelitian sejak tahap awal merupakan hal wajib yang harus selalu dilakukan.

Dan ini yang dilakukan ketika ingin memulai cetak offset :

Desain

Desain merupakan satu proses awal sebelum cetak offset.

Ada banyak software yang digunakan dalam membuat desain grafis, diantaranya yang umum digunakan adalah CorelDraw dan Adobe Ilustrator untuk mengolah file vector dan Adobe Photoshop untuk mengolah file image.

Proses desain dimulai dengan menentukan ukuran produk yang akan dicetak.

Kemudian dilanjut dengan pembuatan desain sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan customer apakah berupa undangan, kalender, kemasan, brosur, dsb.

Pada proses desain perlu diperhatikan pada file-file dipersiapkan yaitu apakah gambar sudah optimal sehingga tidak pecah ketika dicetak.

Perlu dilakukan pengecekan pada kelengkapan file yang akan dicetak sehingga tidak ada image yang tertinggal.

Dilakukan juga pengecekan terhadap teks-teks pada desain agar tidak terjadi kesalahan penulisan.

Perlu ditambahkan atribut-atribut cetak untuk membantu pada saat proses cetak, atribut cetak tersebut antara lain :

Colorbar
Deretan warna yang digunakan untuk mengetahui kerataan warna tinta pada saat proses cetak, dibuat sesuai dengan warna desain yang digunakan baik warna separasi dan warna khusus.

Register Mark
Untuk mengecek penumpukan warna pada saat proses cetak dan biasa disebut pengecekan register cetak. Cara melihatnya adalah dengan menggunakan lup untuk memperjelas apakah register dari tiap warna bergeser atau tidak.

Recording
Batasan area atau ukuran yang akan dicetak, pegangan dari mesin dan untuk memudahkan proses punching

Unleg
Untuk mengetahui kerataan cetakan, dengan melihat pinggiran dari tumpukan kertas yang telah tercetak

Nama file desain
Sebagai informasi yang digunakan untuk mempermudah pengerjaan cetak

Pembuatan Plat Cetak

Plat cetak pada proses cetak offset digunakan sebagai acuan cetak yang memindahkan image ke media cetak.

Proses pembuatan plat cetak dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu dengan pembuatan plat secara manual dan dengan menggunakan CtP/CtCP.

Ini penjelasan lengkapnya :

Membuat plat secara manual

Pembuatan plat secara manual prosesnya lebih panjang dan rumit dibandingkan dengan pembuatan plat cetak dengan mesin CtP.

Kira-kira seperti ini,
File >RIP > File S & R > Film Montage > Copier > Cuci Plat > Plate

pengertian cetak offset (offset printing)

1. File hasil desain dikirim untuk dijadikan plat cetak diproses dengan menggunakan RIP (Raster Image Processor) pada mesin CtF.

Pada Proses ini dicek kelengkapannya dengan menggunakan komputer selanjutnya, pengecekan meliputi jumlah dan jenis warna yang dipakai, ukuran desain, teks, gambar dan pola desain.

Setelah dicek file dikirim ke mesin CtF untuk menghasilkan film cetak.

2. Film yang sudah jadi kemudian ditata diatas astralon yang berupa mika seukuran plat cetak untuk dilakukan proses montage, emulsi harus dalam posisi tak terbaca agar emulsi plate dan emulsi film bertemu.

Sehingga hasil gambar yang dihasilkan sesuai dengan gambar film. Jika emulsi plate dan emulsi film tidak bertemu akan terjadi penurunan dot dan berpengaruh pada warna hasil cetakan.

Hal lain yang perlu diperhatikan pada saat penggandaan film adalah :

  • Pemberian atribut
  • Pemberian nomer up
  • Kebersihan astralon
  • Penyinaran
  • Pencucian/Densito, toleransi penurunan dot raster 2 %

3. Sebelum diekspose, lembar astralon dan plat cetak harus benar-benar rapat, untuk mendapatkan kerapatan antara plate cetak dan astralon maka dilakukan proses vakum, setelah benar-benar vakum maka dapat dilakukan ekspose plate.

4. Proses ekspose dilakukan selama kurang lebih sekitar 9 menit dengan menggunakan lampu ultraviolet

5. Plate yang sudah diekspose kemudian dikeluarkan dan dicuci dengan menggunakan devepoler plate, komposisi cairan developer dan air 1 : 3

6. Apabila masih terdapat sisa emulsi maka dibersihkan dengan menggunakan remover.

7. Plat cetak diberi lapisan gumm untuk mencegah oksidasi

Adapun beberapa kelemahan dari proses pembuatan plate secara manual adalah apabila pada montage plate lebih dari 1 warna tidak presisi dalam peletakannya, maka hasil cetak nantinya juga tidak presisi.

Kelemahan lainnya adalah proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lama sehingga kurang efisien.

Computer to Plate (CTP)

Pembuatan plate dengan menggunakan sistem CtP atau CtCP (Computer To Conventional Plate) lebih singkat daripada menggunakan cara manual dimana proses montage hanya dilakukan secara digital sehingga pembuatan film tidak diperlukan lagi, raster image langsung dibentuk dengan menggunakan CtP.

Alur proses CtP adalah sebagai berikut :
File > RIP (tiff B) > File S & R > CtP > Plate

pengertian cetak offset (offset printing)

Video di bawah ini akan menjelaskan prosesnya.

Proses cetak offset printing

Proses cetak berfungsi untuk menggandakan sekumpulan gambar atau teks sesuai dengan acuan cetak/plate yang dibuat di bagian prepress sebelumnya.

Dalam proses penggandaan ini, parameter-parameter yang harus diperhatikan meliputi ketepatan register, ketepatan warna, kebersihan hasil cetakan, kestabilan jalannya kertas, dsb.

Proses cetak offset merupakan cetak tidak langsung, artinya peralihan tinta dari acuan cetak tidak langsung mengenai bahan cetak, tetapi melalui media perantara yaitu silinder karet (blanket silinder).

Posisi gambar pada acuan cetak terbaca, kemudian pada silinder blanket tidak terbaca dan sampai pada bahan cetakan terbaca kembali.

Prinsip cetak offset dapat digambarkan dalam skema proses cetak dibawah ini :
pengertian cetak offset (offset printing)

Keterangan :

  1. Unit penintaan
  2. Unit pembasahan
  3. Silinder plate
  4. Silinder blanket
  5. Silinder penekan
  6. Bahan cetak/material cetak

Pada dasarnya proses cetak offset terdiri dari beberapa proses yang berurutan dan saling berkaitan, karena setiap proses yang ada di dalamnya dapat mempengaruhi hasil cetakan.

Urutan proses cetak offset adalah sebagai berikut :

  1. Acuan cetak menerima tinta dari unit penintaan dengan tebal lapisan tinta
    tertentu.
  2. Bahan cetak bergerak untuk bersinggungan dengan silinder blanket dan
    lapisan tinta.
  3. Lapisan tinta ditransfer ke bahan cetak.
  4. Proses ini terjadi karena adanya tekanan pada dua permukaan tersebut (antara
    silinder impresi dengan silinder blanket), ini disebut tekanan cetak.
  5. Proses transfer tinta terjadi dalam waktu yang singkat karena tingginya
    kecepatan mesin cetak.
  6. Hasil dari proses ini adalah lapisan tinta menempel pada bahan cetak.

Seperti itulah gambaran dari sebuah proses cetak offset, hingga menghasilkan cetakan yang diinginkan.

Di bawah ini adalah sebuah video yang menjelaskan tentang proses cetak dengan menggunakan mesin offset teknologi terkini.

Proses finishing pada offset printing

Finishing cetak offset adalah sebuah proses pasca cetak dimana pada bagian ini hasil cetakan akan diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan.

Ada beberapa jenis finishing yang umum dilakukan dalam percetakan, diantaranya :

Potong kertas/sisir kertas

Adalah sebuah proses merapihkan pinggiran kertas atau memotong kertas sesuai ukuran yang dibutuhkan.

Laminating

Sebuah proses setelah cetak dengan cara melapisi kertas dengan bahan plastik agar cetakan terlihat lebih menarik dan bisa menjadi tahan lama (awet)

Ada 2 jenis laminating yang sering orang cetakan lakukan, yaitu laminating doff (permukaan kertas jadi tidak mengkilap) dan laminating glossy (permukaan kertas menjadi mengkilap)

UV

Teknik ini digunakan untuk menimbulkan efek yang sama dengan laminating, akan tetapi bahan yang digunakan berbeda. Jika laminating menggunakan bahan plastik maka UV menggunakan bahan dari cairan khusus.

Poly (hot stamp)

Metode ini digunakan untuk membuat bagian tertentu dari hasil cetakan tampak mengkilap dengan dua warna paling umum yaitu gold dan silver.

Ada banyak warna pilihan lainnya yang sering digunakan.

Emboss/deboss

Yaitu suatu cara untuk mempercantik hasil cetak bagian tertentu saja dengan efek timbul atau tenggelam sehingga menghasilkan teks atau gambar terlihat menjadi berbeda dari hasil cetak biasa.

Pond

Cara ini digunakan untuk memotong suatu cetakan dengan bentuk khusus seperti yang diinginkan. Ada juga istilah rel dalam teknik pond, dimana fungsinya membuat garis agar desain mudah dilipat.

Teknik ini biasa digunakan untuk kotak makanan, kotak obat, kotak mainan, amplop, undangan dengan bentuk khusus atau banyak lagi yang lainnya.

Lem panas (binding)

Lem panas digunakan ketika merekatkan sebuah cover buku dengan isinya yang tebal sehingga menjadikan teknik binding inilah yang dipilih.

Prosesnya dimana lem tersebut harus dipanaskan dulu sebelumnya dengan suhu tertentu. Selain menggunakan mesin otomatis, lem panas ini juga menjadi cepat kering (sekitar kurang lebih 20 detik) sehingga prosesnya akan lebih cepat dibanding menggunakan lem biasa.

Cacah (perforasi)

Ini adalah sebuah teknik membuat lubang kecil-kecil yang membentuk garis pada hasil cetakan dengan tujuan untuk memudahkan penyobekan.

Mesin offset printing

Mesin offset adalah sebuah mesin yang digunakan dalam sebuah proses cetak.

Mesin cetak offset ini dipercaya sanggup menghasilkan cetakan dengan kualitas terbaik dibanding jenis cetak lainnya. Namun, tentu saja karena kualitasnya paling baik maka setimpal dengan harga mesinnya yang cukup mahal.

Beberapa contoh jenis mesin cetak offset di bawah ini adalah yang perlu Anda ketahui :

Mesin cetak Toko

pengertian cetak offset (offset printing)
Toko 820

Mesin cetak Ryobi 4 warna

pengertian cetak offset (offset printing)
Ryobi

Mesin cetak GTO 4 warna

pengertian cetak offset (offset printing)
GTO V

Mesin cetak Speed Master 52

pengertian cetak offset (offset printing)
Speed Master 52

Mesin cetak Speed Master 72

pengertian cetak offset (offset printing)
Speed Master 72

Mesin cetak Speed Master 102

pengertian cetak offset (offset printing)
Speed Master 102

Mesin cetak Roland 700

pengertian cetak offset (offset printing)
Roland 700

Mesin cetak Komori

pengertian cetak offset (offset printing)
Komori

Mungkin ini hanya sebagian contoh kecil saja. Ada masih banyak lagi jenis mesin cetak dengan berbagai merk dan ukuran lainnya.

Namun mesin di atas merupakan mesin cetak yang paling umum digunakan saat ini pada percetakan-percetakan di Indonesia.

Keunggulan dan kekurangan offset printing

Di Indonesia, usaha jasa percetakan offset memang sangat menjamur. Dan yang saya tahu, usaha percetakan ini merupakan satu dari sekian banyak peluang usaha yang sangat menjanjikan.

Hal ini dikarenakan kualitas dari hasil cetak offset ini memang luar biasa baik dibanding hasil cetak lainnya. Dan karena itu pula cetak offset sangat diminati masyarakat percetakan.

Kualitas baik belum tentu selalu unggul dalam hal lainnya, ada beberapa kelemahan dari cetak offset ini.

Inilah keunggulan dan kekurangan dari cetak offset :

Kelebihan teknik offset printing

  • Untuk cetak dengan model gradasi, garis tipis atau font yang berukuran sangat kecil, teknik ini memiliki hasil yang sangat baik dan akurat
  • Cocok untuk pencetakan dalam kuantitas sedang hingga besar
  • Teknik ini sangat baik untuk digunakan pada material dengan permukaan halus maupun permukaan yang kasar
  • Biaya plate yang tergolong murah
  • Dapat mencetak pada media kertas yang tebal (karton box), media kertas yang sangat tipis (nota)
  • Dapat mencetak diberbagai ukuran kertas
  • Hasil cetak yang dapat bertahan cukup lama dan warnanya tidak mudah pudar

Kelemahan teknik offset printing

  • Untuk jumlah cetakan yang sedikit, maka biaya yang diberikan akan cukup mahal karena teknik ini menggunakan plat atau film
  • Untuk order dalam jangka panjang (repeat order), teknik ini kurang efektif karena plat tidak bertahan lama
  • Semakin banyak warna yang digunakan serta jenis dokumen yang dicetak, maka akan semakin tinggi biayanya
  • Sulit untuk menjaga konsistensi warna, karena emulsi antara air dan tinta yang bersifat berminyak
  • Untuk warna-warna yang special terdapat keterbatasan penyesuaian

Demikianlah uraian yang dapat saya sajikan mengenai cetak offset, pengertian offset printing dan mesin cetak. Semoga bermanfaat.

(Sumber artikel : Stikom/Institut Bisnis dan Informatika)

(Sumber gambar : www.google.co.id)

Apakah Anda membutuhkan Produk Percetakan?

Jasa Percetakan Murah : Kartu Nama, Brosur, Poster, Banner, Flyer, Amplop, Packaging, Kalender, Stiker Label, Undangan, Form, Yassin, Majalah dll.

HARGA SPESIAL!

Kami siap membantu Anda dalam hal percetakan.

Leave a Comment